Kamis, 21 Januari 2016

Ternyata Inilah Perbedaan Sekolah di Jepang dengan Sekolah di Indonesia

1. SERAGAM SEKOLAH
Dijepang, seragam sekolah mereka mayoritas sangat rapi serta mempunyai kaitan jas. Sedangkan pada Indonesia, seluruh sekolah serta tingkatan harus menggunakan seragam putih pada bagian kemeja, sedang bagian celana disesuaikan dengan jenjang pendidikannya, hijau tuk taman kanak-kanak, merah tuk sekolah dasar/madrasah/sederajat, biru tuk sekolah menegah pertama/tsanawiyah/sederajat serta abu-abu tuk sekolah menegah atas/kejuruan/aliyah/sederajat.


2. TRANSPORTASI
Dijepang, anak sekolahan dari tingkat dasar hingga tingkat atas dilarang keras menggunakan kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, kecuali menggunakan angkutan bis siswa (umunya tuk anak taman kanak-kanak serta sekolah dasar). Sedangkan pada Indonesia, anak sekolah dasarpun dibiarkan tuk naik sepeda, motor padahal belum cukup umur tuk menggunakan kendaraan ini. Mereka bahkan terlihat begitu bangga memperlihatkan motor serta mobil mereka kepada orang lain yang bisa saja membikin orang lain miris akan hal tersebut.

3. BANGUNAN 

Dijepang, gedung/bangunan pendidikan terlihat minimalis, modern, megah serta mewah. Sekolah dijepang mayoritas mempunyai gedung olahraga yang luas serta lengkap, serta lapangan sekolahnya biasanya digunakan tuk acara-acara sekolah serta festival sekolahan serta tuk upara bendera. Tolietnyapun sangat terjaga kebersihannya. tuk kebersihan kelas, biasanya setelah jam pulang sekolah sekitar pukul tiga sore, seluruh siswa dikelas gotong royong membersihkan kelas, menyapu dalam kelas, mengelap kaca, mengepel lantai, mengatur atribut kelas (meja serta kursi diatur rapi) sehingga pada keeokan harinya, tak repot membersihkan kelas yang masih kotor serta halaman yang berhamburan sampah. tak kayak pada Indonesia, lapangan upacara dijadikan banyak fungsi, baik olahraga, acara sekolah, fastival sekolahan bahkan sampai pacaranpun. Toiletnyapun dibiarkan kotor setelah digunakan, serta biasanya setelah lonceng pulang berbunyi, lansung keluar kelas serta buru-buru pulang. Sehingga pada keesokan harinya, sekalipun kala jam pelajaran sedang berlansung, masih ada yang sibuk membersihkan ruang kelas. Kenyataan yang sangat miris tuk kita.

4. JAM MASUK
Jepang punya peraturan sendiri soal jam masuk sekolah, biasanya dari pukul delapan pagi hingga tiga sore., bagi yang terlambat masuk harus membikin surat pernyataan tuk tak terlambat lagi. Jika terulang tuk kedua kali, maka siswa akan diskorsing hingga waktu yang ditetapkan pihak sekolah. Ini jelas membikin siswa frustasi serta ketinggalan pelajaran, mereka bahkan sangat malu karenanya. tak dibenarkan bagi seorang siswapun tuk keluar kala jam sekolah, kecuali tuk hal genting. Kantin sekolahpun digratiskan tuk para siswa kala jam istirahat, biasanya mengantri tuk dapat makanan, hal ini dimaksudkan tuk menghindari para siswa menjajaki makanan yang tak sehat serta menghindari kurangnya konsentrasi siswa kala jam pelajaran. Beda halnya pada Indonesia yang mengetatkan aturan jam masuk pukul tujuh pagi, bahkan pada Jakarta sendiri berlakukan jam masuk pukul 6.30 tuk menghindari macet yang parah pada pusat kota. Bahkan lebih parah lagi, pada SMK pembangunan diberlakukan jam masuk pukul enam pagi serta pulang jam empat sore, sangat miris!! Jika terlambat, siswa akan pada jemur selama beberapa menit sebagai hukuman, pada beberapa sekolah tertentu, siswa yang masuk harus membawa sampah berserakan dihalaman depan sekolah. Bahkan jika siswa terlambat berulang kali, seringkali diabaikan serta diberlakukan hukuman yang sama, jelas ini membikin siswa makin kebal aturan sekolah. Siswa sekolah jelas mempunyai sejuta alasan tuk keluar sekolah tuk membolos, seringkali guru piketpun mengabaikan hal itu. Para siswa yang tak mebawa uang jajan jelas dibiarkan kelaparan, ditanyapun tak, jelas hal yang miris!! Bahkan tak dilarang tuk menjajaki dagangan luar sekolah yang belum terjamin kebersihannya.

10 HAL TENTANG PENDIDIKAN pada JEPANG
Kita tahu bahwa Pendidikan pada Jepang sangatlah berkualitas. Ini terbukti dari pendidikan penduduknya yang mayoritas berhasil. Mereka tumbuh menjadi insan-insan profesional serta teruji hingga membawa dampak pada perkembangan kemajuan negaranya pada segala bidang. Kali ini marilah sedikit kita mengetahui bagaimanakah negara ini mengatur sistem sekolah bagi warganya.

1. Ajaran Baru pada Jepang pada mulai pada bulan April serta berakhir pada Maret tahun berikutnya. ini berlaku pada tiap tingkatan (SD-Perguruan Tinggi)

2. Jepang menggunakan sistem CAWU. Dalam setahun ada tiga CAWU. Beda dengan pada Indonesia yang menggunakan sistem semester. Agustus-September libur musim panas selama 40 hari.

3. Bulan September masuk lima kali dalam seminggu.

4. Usia enam tahun ialah usia wajib belajar bagi anak-anak Jepang. Bagi Orang tua yang tak menyekolahkan anaknya ke SD-SMP akan pada hukum oleh pemerintah.

5. Jepang tak mengenal sistem “tak naik kelas“. Semua siswa akan naik ke tingkat selanjutnya secara otomatis. Sehingga pada tiap tingkat tetap terisi oleh anak-anak yang seusia.

6. Jepang tak mengijinkan adanya kelas khusus / kelas unggulan atau akselerasi bagi mereka-mereka yang pintar-pintar dalam satu kelas khusus. Jepang cuman mengijinkan anak-anak yang pintar dalam Ilmu Sains serta Teknologi saja yang bisa masuk Perguruan Tinggi lebih cepat.

7. Kurikulum pada Jepang akan diperbarui dalam tempo sepuluh tahun sekali mengikuti perkembangan teknologi yang ada.

8. Evaluasi tak cuman dari guru kepada siswanya, tapi juga siswa mengevaluasi gurunya demi manfaat pengajaran yang lebih baik.

9. Jepang tak mengenal standar nasional atau Internasional tuk pendidikannya. Jepang tak menyediakan sekolah khusus bagi anak-anak yang pintar . mereka memandang bahwa sekolah ialah hak semua siswa pada Jepang. pada Indonesia misalnya ada SBI (sekolah berstandar Internasional) atau sekolah unggulan.

10. Akan banyak simpati dari warga Jepang kepada Bos atau perusahaan yang memperkerjakan anak-anak yang mempunyai keterlambatan berfikir, kecacatan serta juga keterbelakangan. Bagaimana dengan pada Indonesia?, Apakah tak ada keinginan kita mengadopsi keberhasilan negara lain dalam menyiapkan warganya menjadi warga yang terampil serta cakap serta bersaing secara International kayak Jepang?. Siap atau tak siap bukanlah halangan, yang penting ada awal tuk memulainya.

Share this

ShareShareTweet

Just someone who proud to be called as Blogger, love to make Blogger template to spend a spare time.

Related : Ternyata Inilah Perbedaan Sekolah di Jepang dengan Sekolah di Indonesia

6 komentar

bukankah di anime assassination clasroom dibagi kelas A(yg pinter2) kelas E (yg gblk2) ?

^^ Jangan samakan anime dengan dunia nyata -_-

Iya Betul Anime Hanya Cerita Fiksi Atau Karangan ...

itu sebabnya dulu negara kita hampir kalah denagan jepang karena pemikiran mereka lebih maju