Iklan 1

Selasa, 02 Februari 2016

Bagaimana Pengeluaran Wanita di Jepang ?

Situs portal cewek Jepang, My Navi Woman, baru-baru ini merilis hasil survei pada wanita-wanita karir perihal pengeluaran terbesar mereka, serta apakah ada perasaan menyesal dengan pengeluaran tersebut pada kemudian hari.

Tidaklah mengherankan bahwa aksesoris fashion menempati peringat pertama di daftar belanja yang disusun dari jawaban 299 cewek berusia antara 22 sampai 34 tahun. "Barang yang paling mahal yang pernah saya beli ialah jam tangan Cartier, yang saya beli tuk diri saya sendiri kala berusia 30 tahun," jawab Matsuko, seorang asisten eksekutif berusia 32 tahun. "Harganya sekitar 450.000 yen (sekitar Rp. 45 Juta), tapi saya sangat menyukainya sampai-sampai saya memakainya tiap hari."


Meskipun tak ada alasan yang benar-benar masuk akal mengapa ada orang yang mau membeli suatu barang yang harganya sangat mahal tapi fungsinya cuman mampu memberitahu kita waktu (yang rasanya ponsel semurah apapun pun mempunyai fungsi yang sama), banyak orang yang membeli barang dengan merk-merk terkenal merasa cukup puas karena berasumsi bahwa barang-barang tersebut berkualitas tinggi serta akan bertahan di jangka waktu yang sangat lama.

Tapi, pasti ada alasan lain yang lebih kuat, kan?

"Saya menghabiskan uang sebesar 220.000 yen (sekitar Rp. 22 Juta) tuk membeli tas Louis Vuitton," kata Tomomi, seorang sales berusia 28 tahun. "Waktu saya membelinya, saya benar-benar senang dengan tas itu, tapi waktu saya lihat ternyata ada orang lain pada tempat kerja yang sudah mempunyai tas yang persis sama, saya langsung gelisah. Suatu kali saya mencoba membawanya ke kantor tanpa menarik perhatian, tapi saya merasa semua orang sudah menilai saya jelek. Saya benar-benar menyesal, kenapa saya tak memilih tas yang lain."

Ada yang suka belanja barang mewah, ada pun yang suka mempercantik diri. Contohnya kayak Erina, seorang karyawati IT yang berusia 31 tahun yang melakukan liposuction atau operasi sedot lemak. "Saya melakukannya cuman dua kali saja, totalnya 1.100.000 yen (sekitar Rp. 110 Juta). Saya lumayan puas, tapi rasanya saya sudah mulai gemuk lagi." Jadi mau melakukan operasi sedot lemak lagi? Kemungkinan besar iya, katanya.

Lain lagi seorang karyawati pada sebuah perusahaan logistik yang lebih memilih belanja alat musik. "Seruling yang saya mainkan sekarang harganya 500.000 yen (sekitar Rp. 50 Juta), tapi ini bahannya asli sterling silver yang dibikin oleh Muramatsu," jelas Minae. "Orang mengatakan bahwa alat musik seruling cuma mampu bertahan paling lama delapan tahun, tapi yang satu ini sudah lebih dari delapan tahun, serta suaranya pun masih terdengar indah."


kayak itulah gambaran sekilas perihal apa saja yang dibelanjakan para cewek karir pada Jepang. Ya, uang serta penampilan ialah segalanya pada negeri matahari terbit, mungkin tak jauh beda dengan negara-negara lain. Tapi, sebelum kita menguras sebagian besar harta kita tuk membeli 'benda mati' - ada baiknya kita mendengar kesimpulan berikut ini...

Para ahli mengatakan bahwa orang-orang yang menghabiskan uang tuk mendapatkan pengalaman baru cenderung lebih bahagia daripada mereka yang menghabiskan uang tuk membeli barang-barang mewah. Contohnya kayak mereka yang suka jalan-jalan ke luar kota maupun ke luar negeri. "Pengalaman yang saya dapatkan tak tergantikan," kata Kaori, yang baru saja pulang berkeliling Eropa bersama orangtuanya.

Share this

ShareShareTweet

Just someone who proud to be called as Blogger, love to make Blogger template to spend a spare time.

Related : Bagaimana Pengeluaran Wanita di Jepang ?