Jumat, 12 Februari 2016

Benarkah Salah Satu Cara Minta Maaf Yang Tepat Di Jepang Adalah Bunuh Diri?

Di bandingkan dengan Negara Jepang, tingkat kematian di Indonesia yang diakibatkan karena bunuh diri lebih kecil. Angka bunuh diri di Jepang mencapai 32.552 di tahun 2005. Angka tersebut tidak terlalu jauh dari tahun-tahun sebelumnya yang juga mencapai 30 ribuan.

Hanya saja kejadian bunuh diri di Jepang tidak di ekspose di media masa karena bagi mereka itu bukanlah hal penting. Namun jika pelakunya adalah pejabat, artis atau orang ternama lainya barulah akan di beritakan di media masa.


 Bunuh diri di Jepang terjadi karena malu, kehilangan harga diri, gagal dalam tugas biasa di akhiri dengan jalan bunuh diri. Berbeda dengan orang Indonesia, di Jepang bunuh diri karena kemiskinan dan hal cinta adalah sesuatu yang unik. Bagi orang Jepang harga diri adalah segalanya, jika sudah kehilangan harga diri, kehilangan semangat, kepercayaan maka hidup seperti tidak berarti lagi.

Cara bunuh diri di Jepang yang dilakukanpun dengan berbagai cara seperti melompat dari gedung tinggi, menutup semua pintu mobil dan menghubungkan semua saluran knalpot kedalamnya dan menabrakkan diri ke kereta. Umumnya hal ini dilakukan oleh kaum pria dan para pengangguran. Sedangkan angka bunuh diri untuk kategori remaja dan anak-anak sangatlah jarang, kalaupun terjadi itu karena terlalu stress memikirkan pelajaran sekolahnya.

Di Jepang para masyarakatnya memiliki semboyan yang kuat yaitu menang atau kalah dan yang kalah sering berakhir dengan kematian. Bunuh diri di Jepang merupakan salah satu ungkapan rasa bersalah karena gagal akan suatu hal seperti halnya The Deputy Mayor of Kobe yang melakukan tindakan bunuh diri karena rasa malunya karena tidak berhasil menjalankan tugas memulihkan Kobe setelah terjadi gempa bumi tahun 1995.
Kejadian bunuh diri di Jepang lainnya adalah pejabat menteri pertanian Jepang yang memilih bunuh diri setelah diketahui ia  berkorupsi dan kepala mantan Green Recource Agency dengan kasus yang sama. Di sana orang tua juga kan memilih melakukan bunuh diri jika anaknya mendapat sorotan karena melakukan tindak kejahatan. Seorang kepala rumah tangga yang kehilangan pekerjaannya juga memilih untuk melakukan bunuh diri karena ia merasa hidupnya tidak lagi berguna. Ia sudah tidak lagi bisa mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.

Cara minta maaf yang tepat di jepang adalah bunuh diri ini tidak benar, karena banyak sekali alasan seseorang melakukan bunuh diri di Jepang dan itu bukan untuk meminta maaf melainkan untuk menghindari rasa malu mereka yang melakukan kesalahan atau kegagalan. Tidak semua orang yang melakukan kesalahan akan melakukan tindakan bunuh diri, tergantung kepribadian masing-masing dan berat masalah yang dihadapi.

Nah, bagaimana menurut anda? Harga diri memang penting, namun bunuh diri bukan sebuah pilihan yang bijak bukan?

Share this

ShareShareTweet

Just someone who proud to be called as Blogger, love to make Blogger template to spend a spare time.

Related : Benarkah Salah Satu Cara Minta Maaf Yang Tepat Di Jepang Adalah Bunuh Diri?